Pengembangan Kurikulum di SMKN 3 Tasikmalaya

Pengembangan Kurikulum di SMKN 3 Tasikmalaya

SMK Negeri 3 Tasikmalaya merupakan salah satu sekolah kejuruan atau keahlian yang ada di Kota Tasikmalaya tepatnya sekarang ada di Jalan Raya Tamansari KM 6 Nomor 100 Tasikmalaya. Sekolah ini berdiri pada 18 maret 1969 dengan nama SPIK (Sekolah Pembangun Industri Kerajinan) sesuai dengan surat keputusan menteri Nomor 53/UKK.3/1969. Lalu pada tanggal 31 Desember 1975 nama SPIK berubah lagi menjadi SMIK (Sekolah Menengah Ilmu Kerajinan) sesuai dengan surat keputusan Mendikbud Nomor 0312/O/1975. Nama SMIK ini berlangsung dan bertahan lama hingga akhirnya berganti menjadi SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) pada bulan Mei 1997 sesuai dengan surat keputusan Mendikbud Nomor 036/1997.
Sesuai namanya sekolah kejuruan, maka SMK Negeri 3 menyediakan beberapa bidang/program keahlian yaitu:
Program keahlian DKV (Desain Komunikasi Visual) dulu Seni Rupa
Terakreditasi A
Program keahlian TKR (Teknik Kendaraan Ringan)
Terakreditasi A
Program keahlian Desain Produksi Kriya Logam
Terakreditasi A
Program keahlian Desain Produksi Kriya Kulit
Terakreditasi A
Program keahlian Desain Produksi Kriya Kayu
Terakreditasi A
Program keahlian Desain Produksi Kriya Tekstil
Terakreditasi A
Program unggulan di SMK Negeri 3 Tasikmalaya adalah DKV, TKR dan DPK Logam. Ini karena banyaknya perusahaan-perusahaan yang langsung merekrut lulusan-lulusannya.
Sekarang SMK Negeri 3 dikepalai oleh Maftuh S.sn yang kebetulan merupakan jebolan dari sekolah itu sendiri. Sekolah ini mempunyai tenaga pengajar lulusan D3, Sarjana S1 dan Pascasarjana S2. Tenaga pengajarnya sendiri sering mendapatkan kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan di dalam dan di luar negeri. Sekolah ini terletak di tempat yang strategis, menunjang suasana pendidikan dengan luas 13.020m2. Untuk menunjang proses belajar mengajar sekolah mempunyai fasilitas antara lain :
Ruang Teori (KBM)
Bengkel DKV
Bengkel Kayu
Bengkel Logam
Bengkel Tekstil
Bengkel Kulit
Bengkel Otomotif/TKR
Perpustakaan Sekolah
Lab Bahasa
Lab Komputer
Ruang Musik
Fasilitas Olahraga
Adapun visi dan misi SMK Negeri 3 Tasikmalaya adalah :
Visi
Penyiapan sumber daya manusia yang berlandaskan Iman dan Taqwa sebagai asset pembangunan yang produktif, professional, berbudi pekerti luhur yang berakar pada nilai budaya bangsa Indonesia dalam pengembangan Seni dan Teknologi yang mampu mandiri dan memenuhi tuntutan dunia usaha/dunia industri (DU/DI).
Misi
Mengintegrasikan pelaksanaan sistem pembelajaran yang adaptif, pleksibel, berwawasan mutu dan keunggulan yang relevan dengan tuntutan dunia usaha/dunia industri (DU/DI) dan dapat pula dikembangkan untuk usaha mandiri dengan pendekatan Competention Based Training (CBT) dan Product Based Training (PBT).
Menumbuhkan sikap professional yang berwawasan global dan berorientasi masa depan sesuai dengan bidang/program keahlian dalam lingkup seni dan teknologi, serta menciptakan iklim belajar yang berakar pada norma dan nilai budaya bangsa Indonesia demi terbentuknya sumber daya manusia yang dilandasi Iman dan taqwa.
Pemberdayaan sumber daya yang dimiliki untuk menumbuhkembangkan peran serta SMK Negeri 3 Tasikmalaya sebagai lembaga pendidikan kejuruan yang berorientasi kepada masyarakat dalam upaya mewujudkan layanan prima dan pemberdayaan sekolah dengan masyarakat
Pengembangan Kurikulum di SMK Negeri 3 Tasikmalaya
Aliran Kurikulum
Sekolah ini menggunakan aliran kurikulum berbasis kompetensi yaitu suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan melakukan tugas-tugas dengan standar kemampuan tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik, berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu tergantung bidang keahliannya masing-masing. Ini karena sebab dari sekolahnya sendiri yang menyediakan beberapa bidang keahlian yang tentu saja tujuannya adalah mampu berkompetisi baik sesuai dengan keahlian siswa, misalnya siswa jurusan DKV mampu mengoprasikan beberapa software tertentu yang akhirnya bisa menghasilkan beberapa karya-karya tertentu pula. Dengan hal yang demikian, implementasi kurikulum dapat menumbuhkan tanggung jawab, dan partisipasi peserta didik untuk belajar menilai dan mempengaruhi kebijakan umum, serta memberanikan diri berperan serta dalam berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun masyarakat. Kita mengetahui bahwa karakteristik kurikulum berbasis kompetens itu: menekankan pada ketercapaian kompetensi baik secara individual maupun klasik. Misalnya peserta didik mampu berbuat banyak dengan persaingan-persaingan yang sangat ketat dikemudian hari, berorientasi pada hasil belajar dan keberagaman. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan dan metode yang bervariasi sesuai dengan keberagaman siswa, sehingga penilaiannya juga menekankan pada proses belajar dan hasil belajar, apakah mampu atau tidak mampu. Menurut Crunkilton (1979 : 222) dalam Mulyasa, (2004 : 77) mengemukakan bahwa “kompetensi ialah sebagai penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan”. Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi mencakup tugas, keterampilan, sikap dan apresiasi yang harus dimiliki oleh peserta didik untuk dapat melaksanakan tugas-tugas pembelajaran sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu. Dengan demikian terdapat hubungan antara tugas-tugas yang dipelajari peserta didik di sekolah dengan kemampuan yang diperlukan oleh dunia kerja. Sedangkan menurut Gordon, dalam Mulyasa, (2004 : 77-78) menjelaskan beberapa aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi sebagai berikut :
Pengetahuan (knowledge) yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhan belajar, dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didik sesuai dengan kebutuhannya.
Pemahaman (understanding) yaitu kedalaman kognitif, dan afektif yang dimiliki oleh individu.
Kemampuan (skill) adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakukan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya.
Sikap (attitude) yaitu senang atau tidak senang, suka tidak suka atau reaksi terhadap suatu rangsangan terhadap yang dating dari luar.
Minat (interest) adalah kecendrungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan.
Maka kurikulum berbasis kompetensi adalah suatu konsep kurikulum yang menekankan pada pengembangan kemampuan kompetensi tugas-tugas dengan standar performasi tertentu sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tersebut. Dengan demikian penerapan kurikulum yang seperti ini di SMK Negeri 3 Tasikmalaya sangatlah tepat karena dapat menumbuhkan tanggungjawab, dan partisipasi peserta didik untuk belajar mencari, menghasilkan, menilai dan mempengaruhi kebijakan umum, serta memberanikan diri berperan dalam berbagai kegiatan di sekolah maupun masyarakat khususnya dunia kerja.
Jenis/ Model Kurikulum
Kurikulum yang digunakan oleh sekolah ini adalah Kurikulum 2013 (Kurtilas). Ini bukan karena sekolah ini merupakan sekolah negeri, mungkin lebih kearah kompetensi keahlian setiap lulusan yang produktif. Seperti yang sudah kita tahu, bahwa sejak tahun 2013 kemarin, pemerintah telah mengeluarkan sebuah kurikulum baru untuk menggantikan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum KTSP tahun 2006. Kebetulan sekolah ini menjadi sekolah percontohan dengan beberapa sekolah yang lain dalam pemakaian kurikulum 2013 (K-13). Kurikulum 13 ini , siswa atau pun siswi diberikan sebuah buku dengan tujuan anak tersebut mengamati, mencari dan mengemukaan materi apa yang ada didalam buku tersebut. Jadi sangat membantu bagi anak-anak dalam melatih logikanya, melatih kemandirian, melatih keahlian sesuai dengan bakat dan usianya yang menginjak masa remaja/dewasa. Dan hal ini menurut saya sangat baik karena pada kehidupan di dunia kerja nanti, kita lebih banyak membutuhkan kemampuan logika dan cara berpikir yang jernih sehingga terciptalah kreatifitas.
Kompetensi juga bisa merupakan pengetahuan, keterampilan, bakat dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Kebiasaan berpikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten, dalam arti memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan nilai-nilai dasar untuk melakukan sesuatu.
Faktor pendukung (keunggulan) dan penghambat
Sesuai namanya, sekolah ini mempunyai program yang sangat bagus dalam menciptakan lapangan pekerjaan yang baru jikalau memang nantinya tidak bekerja di perusahaan orang lain. Ini karena siswa dituntut setiap jam pelajarannya untuk menciptakan minimal sebuah karya yang bias bernilai jual seni yang tinggi. Namun sayangnnya dengan jumlah murid yang begitu banyak sehingga alat yang tersedia tidak cukup untuk membantu mengembangkan bakat dan kreatifitas siswa untuk mempublikasikannya.
Pencapaian dan Prestasi Sekolah
Sebetulnya SMK Negeri 3 Tasikmalaya sangat banyak memenangkan kejuaraan-kejuaraan, baik itu pada tingkat kabupaten/kota, bahkan tingkat nasional. Saya paparkan hanya beberapa yang pernah diraih pada LKS tahun-tahun lalu:
Juara 1 nasional bidang Leather craft
Juuara 1 bidang painting and decoration
Juara 1 bidang textile craft

SMK Negeri 3 Tasikmalaya adalah salah satu sekolah kejuruan yang ada di Kota Tasikmalaya yang menggunakan kurikulum kompetensi, karena di sekolah ini sistem pembelajarannya menekankan pada konsep kompetensi minimal yang harus siswa miliki. Dengan jenisnya K-13 siswa diharuskan untuk mengamati, mencari, dan menemukan beberapa karya yang bernilai jual seni hingga akhirnya siswa mampu bersaing dan mendapatkan tempat sesuai dengan bakat dan minatnya masing masing.

Sumber : https://zakimu.com/pengembangan-kurikulum-di-smkn-3-tasikmalaya/